Profil Lulusan Profesi Dietisien Gizi

Jumlah lulusan gizi Diploma IV dan S1 Gizi tiap tahun diseluruh Indonesia kisaran 1320 ahli gizi, yang diluluskan dari 28 Institusi pendidikan. Untuk Lulusan dari Diploma IV Gizi dilingkungan Poltekkes sekitar 720 orang, yang diluluskan dari 18 Program Diploma IV Gizi di Lingkungan Poltekkes Kemenkes Seluruh Indonesia. Jumlah lulusan untuk  Program Profesi masih terbatas. Peminatan Pendidikan Profesi kemungkinan sangat tinggi karena sampai saat ini Institusi yang menyelenggarakan Program Pendidikan Profesi gizi di Indonesia baru satu yaitu Universitas Brawijaya Malang yang sudah buka mulai tahun 2017 setelah sempat di hentikan pada tahun 2014.

Jumlah ahli gizi  di Jawa Tengah menurut profil kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2014 tercatat sebanyak 822 orang berada di Puskesmas dan 699 orang di Rumah Sakit dengan ratio  terhadap penduduk sebesar 4,69 orang  per 100.000 penduduk. Berdasarkan latar belakang pendidikannya sebagian besar Diploma IV Gizi dan dan S1 Gizi yang semuanya belum memiliki kualifikasi registered dietetian (RD). Jika dibandingkan ratio  ahli gizi sampai  dengan tahun 2025 yang mencapai ratio 20 orang setiap 100.000 penduduk maka jumlah ahli gizi di Jawa Tengah masih kurang.

Jumlah rumah sakit umum dan rumah sakit khusus pada tahun 2014 adalah 214 unit dan 70 unit. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2013 yang masing-masing 203 unit dan 68 unit. Sedangkan jumlah puskesmas di Jawa Tengah sampai dengan Desember 2014 sebanyak 875 unit. Jumlah tersebut terdiri dari 318 unit puskesmas rawat inap dan 557 unit puskesmas non rawat inap (Profil Kes Jateng 2014).

Data Rencana pengembangan tenaga kesehatan tahun 2011-2025 berdasarkan    kebutuhan tenaga kesehatan khususnya ahli gizi professional masih sangat dibutuhkan, target kebutuhan tenaga kesehatan tahun 2019 rasio ahli gizi adalah 48 per 100.000 penduduk dan pada tahun 2025  rasio ahli gizi adalah 56 per 100.000 penduduk.