Kerjasama

PENYELENGGARAAN PROGRAM ALIH JENJANG PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI POLITEKNIK KESEHATAN SEMARANG KELAS KERJASAMA DENGAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN BANYUMAS

PENDAHULUAN

Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi tingginya dapat terwujud. Masalah kesehatan yang terkait dengan gizi akan semakin komplek dalam beberapa dekade mendatang karena di satu sisi Indonesia masih memerlukan waktu panjang untuk memerangi kemiskinan yang erat kaitanya dengan kekurangan gizi, di sisi lain prevalensi kelebihan gizi dengan segala implikasinya pada kesehatan dari waktu ke waktu cenderung naik. Salah satu kendala yang sering dihadapi dalam upaya perbaikan gizi adalah keterbatasan tenaga gizi khususnya dari segi kualitas sesuai dengan kompetensi yang ada dalam setiap sarana pelayanan kesehatan masyarakat.

Jumlah tenaga gizi di Provinsi Jawa Tengah kurang lebih 75 % merupakan lulusan program pendidikan Diploma III Gizi (1.250 orang pada tahun 2007), baik yang mengabdi di sarana pelayanan kesehatan di masyarakat maupun di rumah sakit, selebihnya berpendidikan program diploma IV Gizi (1,5 %), S1 (22 %) dan S2 (1,5 %). Demikian juga secara kuantitas rasio tenaga gizi per 100.000 penduduk baru mencapai 3,86 pada tahun 2008, yang masih di bawah target Indonesia Sehat 2010 dan standar dari WHO sebesar 22 per 100.000 penduduk. Disisi lain pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu diimbangi dengan peningkatan kemampuan tenaga gizi, sehingga perkembangan ilmu tersebut dapat dikuasai dan dimanfaatkan.

Menurut PP Nomor 28 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), jalur pendidikan vokasi bisa ditempuh sampai dengan level Doktor Terapan, oleh karena itu terdapat banyak peluang bagi lulusan Diploma III Gizi untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan jalur pendidikan vokasi.

Sebagian besar tenaga gizi yang berada di Kabupaten Banyumas dan sekitarnya baik yang bekerja di Dinas Kesehatan, Puskesmas maupun Rumah Sakit masih berlatar belakang pendidikan D-III Gizi.Oleh karena itu Dinkes Kesehatan Banyumas bersama dengan Organisasi Profesi (PERSAGI) DPC Kabupaten Banyumas mengajukan permohonan Program Alih Jenjang kelas kerjasama dengan Prodi D-IV Gizi Jurusan Gizi Semarang Poltekkes Semarang untuk meningkatkan kualitas/kompetensi tenaga gizi yang bekerja di wilayahnya.

Berdasarkan latar belakang di atas Prodi D-IV Gizi Poltekkes Semarang dengan akreditasi A dari Kemenkes RI dan terakreditasi B dari BAN-PT memandang perlu menyelenggarakan pendidikan D-IV Gizi bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dan Organisasi Profesi (PERSAGI) DPC Kabupaten Banyumas.

DASAR HUKUM PENYELENGGARAAN

Landasan hukum pendirian program Alih Jenjang Prodi DIV Gizi meliputi :

  1. Peraturan Pemerintah No. 28 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi nasional
  2. Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI No. 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi
  3. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 374/Menkes/SK/IV/2007 tentang Standar Profesi Gizi
  4. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 73 tahun 2013 tentang Penerapan KKNI dalam Bidang Pendidikan Tinggi
  5. SK Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (PPSDM) Kementerian Kesehatan RI No. HK.02.05/I/III/09019/2011 tentang Kurikulum Berbasis Kompetensi
  6. SE Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (PPSDM) Kementerian Kesehatan RI No DM.02.05/I/IV.2/00707/2015 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Alih Jenjang dari Diploma III ke Diploma

TUJUAN DAN SASARAN

Tujuan pendidikan Diploma IV Gizi adalah menghasilkan Sarjana Terapan Giziyang menguasai teori dasar ilmu gizi, pangan, biomedik, patofisiologi, kesehatan masyarakat dan pengetahuan tentang pelayanan dan kewenangan ahli gizi dalam sistem kesehatan nasional dan sistem ketahanan pangan dan gizi nasional serta menguasai konsep teoritis dietetik secara mendalam.

Sasaran dibukanya Program Alih Jenjang Prodi DIV Gizi adalah Seluruh Tenaga Gizi yang berlatar belakang Pendidikan DIII Gizi yang berada di wilayan Kabupaten Banyumas dan sekitarnya.

 STRUKTUR PROGRAM PENDIDIKAN

Struktur program pendidikan D-IV Gizi  (dasar pendidikan D III Gizi)  terbagi dalam 2 (dua) semester, yang terdiri dari :

Semester I     : 22 SKS

Semester II    : 21 SKS

Jadwal Perkuliahan dibuat dengan menggunakan system blok selama 3 (tiga) hari dalam satu minggu yaitu Hari Kamis, Jumat dan Sabtu yang dimulai pukul 08.00 – 19.00 WIB

LAHAN PRAKTEK

Praktek Laboratorium dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pangan dan Laboratorium Penyelenggaraan Makanan Jurusan Gizi untuk menunjang mata kuliah yang memerlukan praktek laboratorium.

 Pengalaman praktek klinis bagi mahasiswa akan diperolehdengan melaksanakan praktek klinis di berbagai institusi penyelenggara pelayanan kesehatan/gizi, antara lain :

  • RSUP. dr. Hasan Sadikin Bandung
  • RSUP. dr. Kariadi Semarang
  • RSUD. dr. Moewardi Surakarta
  • RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto

 Sedangkan pengalaman Praktek Lapangan bagi mahasiswa berupa kunjungan untuk menunjang mata kuliahyaitu :

  • Aero Food Catering Service Surabaya, Jakarta
  • BPPP (Balai Besar Pelatihan Kesehatan) Cilandak dan Semarang
  • Wisma Atlet di Jakarta

KURIKULUM DAN BEBAN STUDI

Kurikulum yang menjadi dasar penyelenggaraan Prodi D-IV Gizi adalah Kurikulum berbasis kompetensi (KBK) agar lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi yang ditargetkan. KBK merupakan konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan tugas tugas dengan standar ketrampilantertentu sehingga hasilnya dirasakan oleh peserta didik. Beban studi D-IV Gizi yang dilaksanakan dengan dasar pendidikan D III Gizi adalah 37 SKS, dengan asumsi penyetaraan pendidikan sebelumnya sebanyak 112 SKS. Bentuk pembelajaran dilakukan dengan perkuliahan, seminar, praktek laboratorium, praktek kerja lapangan, penelitian serta pengabdian kepada masyarakat.

Besaran SKS sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi yaitu 1 SKS terdiri dari 50 menit pembelajaran teori dan 60 menit kegiatan mandiri/penugasan serta 170 menit Pembelajaran Praktek di Laboratorium/ Lapangan

Semester I

KODE MATA KULIAH Pengalaman Belajar
Jml Teori Praktek Klinik/lap
GZ.410 Journal Review 2 0 2 -
GZ.411 Tumbuh Kembang Anak 2 2 0 -
GZ.412 Immunologi Gizi 2 2 0 -
GZ.413 Interaksi obat dan makanan 2 2 0 -
GZ.414 Deteksi Dini Gizi Mikro & Makro dan Diagnosa Gizi 3 1 2 -
GZ.415 Gizi Olahraga 2 1 1 -
GZ.416 NCP (Nutritional Care Process) pada penyakit dengan komplikasi 2 1 1 -
GZ.417 Pengembangan Formula Makanan 2 0 2 -
GZ.418 Metode Riset 2 1 1 -
GZ.419 Terapi Gizi 2 2 -
GZ.420 Proposal KTI 2 0 1 -
Gz.108 Pendidikan Budaya Anti Korupsi 2 2 - -
Jumlah 24 14 10

 

Semester II

KODE MATA KULIAH Pengalaman Belajar
Jml Teori Praktek Klinik/Lap
GZ.421 Diklat Gizi 2 1 1
GZ.422 Sanitasi dan Keamanan Pangan 2 2 -
GZ.423 Manajemen Mutu Penyelenggaraan Makanan 2 1 1
GZ.424 Konseling Gizi 2 1 1
GZ.425 NCP lanjut pada penyakit dengan komplikasi: 2 2 -
GZ.428 KTI 3 - 3 -
GZ.426 Surveilance Gizi 2 1 1
GZ.427 Advokasi dan Pembberdayaan Masyarakat 2 1 1
GZ.429 Praktek Kerja Lapangan 4 - - 4
Jumlah 21 9 8 4