Kompetensi Prodi D IV Gizi

KOMPETENSI ( LEARNING OUTCOME)

Tujuan Program Pendidikan Diploma IV Gizi adalah menghasilkan Sarjana Terapan Gizi yang menguasai teori dasar ilmu gizi, pangan, biomedik, patofisiologi, kesehatan masyarakat dan pengetahuan tentang pelayanan dan kewenangan ahli gizi dalam sistem kesehatan nasional dan sistem ketahanan pangan dan gizi nasional, serta menguasai konsep teoritis dietetik secara mendalam.

Kompetensi Utama

  • Menghitung dan/atau menentukan diit (mengkaji) untuk kondisi kesehatan yang ditujukan untuk kegiatan promosi kesehatan dan pencegahan penyakit kronis yang tidak kompleks pada masyarakat umum.
  • Menerapkan prinsip-prinsip biologi, biokimia dan fisilogis secara ilmiah kedalam praktik gizi
  • Menentukan terapi diet pada berbagai kondisi medis lanjut Menginterpretasi terminologi medis dan parameter-parameter laboratorium yang berkaitan dengan gizi
  • Menginterpretasikan hasil-hasil penelitian ilmiah, menerapkannya dalam praktik kegizian dan mendokumentasikan intervensi yang dilakukan
  • Menentukan dan menerjemahkan kebutuhan gizi kedalam bentuk menu pada individu dan kelompok sepanjang daur kehidupan dengan memperhatikan keragaman budaya, agama dan tingkat pendapatan
  • Merencanakan intervensi gizi masyarakat berdasarkan pengkajian kebutuhan
  • Melakukan advokasi untuk kebijakan publik terkait dengan program gizi atau pelayanan kesehatan
  • Menggunakan hasil-hasil penelitian dan statistik untuk menginterpraetasi masalah gizi
  • Menjelaskan sistem-sistem dan kebijakan pelayanan kesehatan yang berhubungan dengan masalah pangan, gizi dan kesehatan
  • Menghitung dan menginterpretasikan komposisi gizi dalam makanan
  • Mendemonstrasikan persiapan bahan makanan, jumlah produksi makanan, dan dasar, dan keterampilan penyajian makanan
  • Memodifikasi resep dan porsi makanan untuk individu, kelompok, dan volume produksi makanan
  • Menganalisis pelaksanaan penyelenggaraan makanan dengan menggunakan pendekatan system
  • Menerapkan teori-teori dan prinsip-prinsip manajemen untuk mengelola sumberdaya manusia, keuangan, sarana fisik dalam pelayanan-pelayanan pangan dan gizi
  • Melakukan komunikasi lisan dan tulisan untuk kegiatan pendidikan gizi
  • Melakukan wawancara terhadap individu untuk mengetahui riwayat gizi
  • Melakukan konseling individu
  • Menganalis / mengkaji pengembangan intelektual jangka panjang dalam pelatihan daur kehidupan manusia.
  • Menerapkan pengetahuan-pengetahuan kesehatan dikaitkan dengan partisipasi dalam pelatihan / pendidikan kesehatan
  • Merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan gizi sesuai kelompok sasaran,
  • Melaksanakan kegiatan gizi secara profesional.
  • Melaksanakan penelitian terapan di bidang Gizi Klinik, Gizi Masyarakat, dan Penyelenggaran Makanan
  • Mengembangkan dan mengevaluasi dampak pelayanan bidang gizi
  • Memanfaatkan IPTEKS terkini untuk kegiatan pelayanan Gizi Klinik, Gizi Masyarakat, dan Penyelenggaraan Makanan
  • Mengkomunikasikan hasil penelitian terapan pada masyarakat akademik

Kompetensi Pendukung

  • Mengumpulkan informasi penting untuk pengkajian gizi yang komprehensif
  • Mengambil sikap terhadap kebijakan publik yang mempengaruhi masalah dan/atau program pangan dan gizi.
  • Menguraikan masalah-masalah yang berkaitan dengan pengembalian biaya pihak ketiga dalam rangka pelayanan gizi yang telah dilakukan
  • Menerapkan penelitian ilmiah, termasuk penelitian mikrobiologi, ilmu pangan, keamanan pangan dalam kaitannya untuk mempertahankan fungsi kandungan gizi panga
  • Menyimpulkan teori-teori promosi kesehatan dan pencegahan penyakit, dan menjelaskan peran pangan dalam promosi gaya hidup sehat
  • Menerapkan konsep-konsep manajemen untuk perekrutan dan pelatihan tenaga, evaluasi perilaku organisasi, evaluasi pengaruh kebijakan pemerintah, pengelolaan tenaga kerja, pemasaran, pembiayaan melalui studi kasus dan pengembangan suatu rencana bisnis
  • Membuat dan mengembangkan pendokumentasian menggunakan teknologi informasi dan mengaksesnya.
  • Menulis dan mengembangan secara jelas, benar, baik, dan efektif menggunakan Bahasa Indonesia.
  • Menerapkan dan mengembangkan kemampuan matematik (mathematical proficiency) dalam pemecahan masalah, konsep dan aplikasi angka-angka, grafik)
  • Menganalisa / mengkaji kebutuhan psikologis dasar untuk pemahaman perilaku manusia.
  • Menganalisa / mengkaji masalah sosial dan konsep-konsep analisa budaya, proses sosialisasi, nilai, norma, kesenjangan, tingkatan atau strata yang menjadi penyebab atau berakibat pada ketidakseimbangan / ketidaknormalan.
  • Memiliki pengetahuan tentang konsep manusia dan dinamika kelompok
  • Memiliki pengetahuan dan ketrampilan tentang tehnik wawancara dan konseling
  • Memiliki pengetahuan tentang ketrampilan komunikasi interpersonal
  • Bekerja secara efektif dalam tim dan mitra pelayanan gizi
  • Melengkapi dan mengembangkan dokumen porto folio self-assessments
  • Memiliki pengetahuan berbasis hasil-hasil penelitian

Kompetensi Lainnya

  • Sebagai konselor diet yang diberikan kepada mahasiswa sebelum lulus berupa pelatihan selama 5 hari menggunakan modul yang sudah terakreditasi dan di akhir pelatihan diuji kelayakannya untuk menjadi konselor gizi, bila lulus akan mendapatkan sertiikat keahlian sebagai konselor gizi
  • Memiliki skor toefl minimal 450
  • Memiliki Sertiikat IT (Teknologi Informasi)